| Ilustrasi |
Akan tetapi pejabat militer Pakistan membantah hal itu. "Itu tidak benar. Mereka membuat alasan-alasan. Dan ngomong-ngomong, apa kerugian mereka, korban-korban?" kata juru bicara pemimpin militer Pakistan Mayjen Athar Abbas kepada kantor berita AFP, Senin (28/11/2011).
Sebelumnya media The Wall Street Journal yang mengutip tiga pejabat Afghan dan seorang pejabat Barat, menuliskan bahwa serangan udara NATO tersebut dilancarkan untuk melindungi pasukan NATO dan Afghan yang menargetkan para pejuang Taliban. Saat itu pasukan NATO dan Afghan ditembaki dan tembakan itu diyakini berasal dari pos militer Pakistan dekat perbatasan Afghan.
"Pasukan NATO dan Afghan ditembaki dari sebuah basis militer Pakistan," kata seorang pejabat Barat. "Itu aksi defensif," imbuhnya.
Seorang pejabat Afghan mengatakan, pemerintah Afghan yakin bahwa tembakan itu berasal dari pos militer Pakistan, bukan dari para militan di daerah tersebut.
Bahkan menurut seorang perwira polisi perbatasan Afghan, pasukan NATO jarang sekali melancarkan serangan kecuali mereka diserang.
"Bagi saya, hampir jelas bahwa mereka (ISAF) diserang dari daerah itu. Tanpa itu mereka tidak akan balas menyerang," ujar perwira polisi yang minta dirahasiakan identitasnya.
Sebelumnya otoritas Pakistan telah menyebut serangan NATO pada Sabtu, 26 November lalu itu "tanpa alasan." Pemerintah Pakistan pun telah menyampaikan protes keras kepada NATO dan pemerintah AS.
(ita/vit)
sumber : detik