Tergantung dari seberapa banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja, Anda mungkin hanya memiliki sedikit waktu tersisa untuk memperhatikan bisnis Anda. Akan tetapi, membangun bisnis selagi Anda masih memiliki pekerjaan tetap, mampu memberikan jaminan finansial yang lebih baik.
Lantas, bagaimana cara menyeimbangkan upaya mewujudkan impian tersebut dengan pekerjaan Anda?
Satu hal yang utama, Anda mungkin tidak ingin atasan tahu bahwa Anda memiliki proyek lain di luar pekerjaan, agar tidak dinilai kurang berdedikasi. Usahakan untuk merahasiakan bisnis yang Anda bangun sedapat mungkin dari lingkungan kerja.
Jika tujuan utama Anda adalah meninggalkan pekerjaan saat ini untuk menjalankan bisnis sendiri seutuhnya, berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu diikuti :
- Tetapkan kapan persisnya Anda ingin menjalankan bisnis secara penuh waktu. Realistislah dalam menentukan tanggal, untuk memastikan Anda benar-benar siap dan nyaman melakukannya.
- Periksa pengeluaran Anda. Hitung berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis, dan berapa uang yang dibutuhkan untuk pengeluaran pribadi? Jika Anda nanti berhenti bekerja dan memutuskan terjun sepenuhnya ke dalam bisnis, Anda tidak akan memiliki penghasilan tetap lagi dari pekerjaan. Kondisi finansial Anda akan sepenuhnya tergantung pada keberhasilan bisnis Anda.
- Mulailah melunasi utang jika bisa. Atur rencana pembayaran utang kartu kredit, dan buat pula anggaran untuk biaya bisnis.
- Mulailah menjalin jaringan agar Anda memiliki sistem pendukung, sebelum Anda meninggalkan pekerjaan.
- Tetapkan rencana yang jelas tentang tujuan yang ingin dicapai dalam bisnis. Pastikan Anda memiliki gagasan yang jelas, baik itu rencana bisnis atau pernyataan misi, dan alasan mengapa Anda melakukannya. Jangan memulai bisnis hanya karena Anda tidak ingin bekerja untuk orang lain. Pahami apa yang Anda lakukan sebelum menceburkan diri ke dalamnya.
Sumber : Yulia Permata Sari, Media Indonesia