KUPANG | LiputanKami.com : Harga kentang di pasar tradisional Kasih, Kelurahan Naikoten I, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (18/11) naik dari sebelumnya Rp12.000/kilogram (kg) menjadi Rp18.000 per kg.
Kenaikan itu terjadi sejak tiga hari terakhir akibat terus berkurangnya pasokan kentang dari petani. Sejak Oktober, pasokan kentang dari daerah produksi di Kabupaten Ende, dan Timor Tengah Selatan hampir tidak ada.
"Kentang yang dijual di pasar saat ini kebanyakan dari luar daerah. Pasokan dari daerah-daerah di NTT berkurang," kata Edi Mambe, penjual kentang di pasar tersebut.
Dia mengatakan harga kentang mulai naik sejak awal Oktober yakni dari harga Rp7.000 per kg menjadi Rp10.000 per kg, kemudian naik lagi menjadi Rp12.000 per kg. "Sekarang naik lagi," katanya.
Sesuai pantauan, kentang yang dijual di pasar tersebut kebanyakan berasal dari petani di Bali, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Harganya pun tidak lebih tinggi dari kentang lokal. Hanya saja, ukuran kentang asal Sumatra Utara misalnya lebih besar dari kentang yang diproduksi petani NTT.
Menurut Dia, sejak kentang lokal menghilang dari pasar, pasokan kentang dari luar daerah malah meningkat. Membanjirnya kentang ke pasar bukan menurunkan harga, malah sebaliknya memicu harga naik.
"Pedagang menaikkan harga karena permintaan kentang juga meningkat seperti dari rumah makan,
dan warga," katanya.
Ia memastikan jika permintaan terus meningkat, harga kentang bakal naik lagi menjelang natal dan tahun baru. Apalagi, menjelang Desember, kentang lokal dipastikan hilang dari pasar. (PO/OL-3)
Sumber : Media Indonesia (MICOM)