LiputanKami.com, Vienna - Sebuah kamera satelit telah menunjukkan peningkatan aktivitas di sebuah situs nuklir Iran yang dicurigai terkait dalam proses pembuatan senjata nuklir rahasia. Demikian yang dikatakan pejabat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) secara ekslusif kepada The Associated Press, Senin (21/11).
Menurut salah satu pejabat IAEA, Teheran tampaknya berusaha untuk menutupi jejaknya dengan menyanitasi situs tersebut dan menghapus bukti-bukti penelitian serta pengembangan nuklir. Rekan-rekan dari dua negara anggota lainnya juga sudah mengonfirmasi adanya peningkatan aktivitas nuklir, tetapi mereka tidak percaya hal itu terkait dengan upaya senjata nuklir.
Saat ini, IAEA berfokus pada penyelidikan struktur bangunan yang diyakini sebuah perumahan logam besar di sebuah situs militer. Menurut laporan IAEA pada 8 November lalu, bangunan itu juga digunakan untuk pengujian bahan peledak yang terkait senjata nuklir.
Pejabat dari tiga negara anggota IAEA mengatakan, penangkapan gambar terbaru satelit dari situs yang terletak di Parchin, sebelah barat daya Teheran, menunjukkan aktivitas telah meningkat, termasuk jumlah kendaraan yang tidak biasa berlalu-lalang. Salah satu pejabat menggambarkan peningkatan itu, yang tercatat pada 4-5 November, sebagai aktivitas tak biasa dan memandangnya sebagai bukti bahwa Iran sedang mencoba untuk "membersihkan" area jejak yang terkait pengembangan senjata nuklir.
"Beberapa truk pengangkut, kendaraan pengangkutan khusus dan derek terlihat memasuki dan meninggalkan situs tersebut. Beberapa peralatan dan bahan berbahaya juga dihapus dari situs tersebut," kata ringkasan pernyataan pejabat IAEA yang diberikan kepada AP.
Rekan-rekan negara anggota lainnya juga setuju telah terjadi aktivitas yang tak normal dari biasanya di lokasi itu sekitar tanggal tersebut. Namun, mereka tidak bisa menyimpulkan bahwa peningkatan aktivitas tersebut merujuk ke sebuah upaya Iran untuk menutup-nutupi pembuatan senjata nuklir.
IAEA juga sudah memperingatkan Iran pada akhir pekan lalu dan seorang diplomat senior yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan bahwa IAEA akan memantau secara dekat seluruh situs yang disebutkan dalam laporan badan tersebut. Diplomat, yang tampaknya seperti seorang pejabat, meminta dirinya dianggap anonimitas karena informasi itu bersifat rahasia.
Sementara, IAEA hingga saat ini belum berkomentar apapun. Ali Asghar Soltanieh, ketua delegasi Iran untuk IAEA, membantah laporan tersebut sebagai "cerita kekanak-kanakan." Kepada AP, ia mengaku Iran tidak sedang mengembangkan senjata kimia apapun dan ia menyebut klaim tuduhan itu sebagai hal "konyol." (JAY/MEL)
Sumber : Liputan6