Panti Asuhan Diduga Aniaya Anak Yatim



LiputanKami.com, Surabaya - Andry Ermawan, kuasa hukum Abdus Shomad Suryanto, bapak asuh sekaligus Ketua Yayasan Al Mu’min Jl Wisma Lidah Kulon Lakarsantri membantah keras bahwa kliennya melakukan penganiayaan terhadap AL (8), siswa SDN Lidah Kulon I yang juga anak asuh di yayasan Panti asuhan Al Mu’min.

Menurut Andry,luka yang diderita oleh AL ini sudah terjadi antara 2 mingguan yang lalu. Dan hal itu, menurut cerita dari kliennya, lebih karena factor ke tidak sengajaan. Untuk itu, pihaknya berharap agar cerita terkait dengan kasus ini dapat diluruskan.

"Kita akan koordinasi dengan Kapolseknya (Polsek Lakarsantri-red). Sebab, kita berencana akan mengambil langkah hukum terhadap pelapor. Mengapa pelapor?, karena dia yang menciptakan opini ini tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu terhadap abah (Abdus Shomad-red)," ujarnya Andry dalam jumpa persnya di Panti Asuhan Al Mu'min, sabtu (3/12/2011).

Sementara Abdus Shomad Suryanto menyatakan, Luka setrika pada lengan kanan yang dialami oleh AL merupakan luka yang tidak 'disengaja'. Akibat opini yang dianggap ‘tidak benar’ ini, pihak yayasan berencana melakukan tindakan hukum balik kepada pelapor kasus tersebut.

"Saat itu, setahu saya AL sedang bermain dengan setrika, sehingga mengenai Aiba, bayi berumur 9 bulan. Akibatnya bayi ini langsung menjerit kesakitan. Karena tahu Aiba menangis, kakak asuhnya yang bernama Nurul (11) mencoba membalasnya pula dengan setrika AL," kisahnya.

Mengetahui hal ini, ia pun mencoba menengahi dan merebut setrika yang tengah diperebutkan antara AL dan Nurul. Ditengah konflik itulah, tambahnya, kejadian nahas tersebut terjadi. Lengan kanan AL, secara tidak sengaja tersenggol setrika yang masih panas.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai bentuk luka yang 'terlihat' tidak seperti tersenggol, lantaran lukanya berbentuk 'cap' setrika, Abdus Shomad tidak dapat menjawabnya secara tegas. Namun, ia kembali menegaskan, bahwa luka yang didapat oleh AL ini, diakuinya karena ketidaksengajaannya saat berupaya melerai.

"AL ini anaknya memang aktif sekali. Sebenarnya, tidak hanya sekali ini ia bermain main bahaya. Kapan waktu itu, ia juga pernah bermain dengan korek api, hingga menyebabkan kebakaran kecil. Tapi anaknya memang pinter kok, saat saya kasih soal, dia cepet bisa menjawabnya," ujarnya lagi.

Dikonfirmasi terkait dengan luka-luka lain seperti bekas cubitan yang ada ditubuh AL, Shomad berkelit bahwa hal itu adalah ulah dari anak-anak asuhnya yang lain. Dan hal itu, merupakan hal yang biasa disaat antara anak asuhnya sedang bertengkar. "Demi Allah saya ngomong apa adanya. Yang menyakiti adalah temannya sendiri," katanya.

Ia kembali meyakinkan, bahwa dalam kasus ini tidak ada penyiksaan yang dilakukan oleh kliennya. Ia kembali menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh kliennya ini sebagai faktor ketidak sengajaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, AL diduga menjadi korban penganiayaan. Hal ini diindikasikan oleh lengan kiri korban yang mengalami luka bakar karena terkena setrika panas. Kasus ini terbongkar lantaran pihak sekolah dan Puskesmas Lidah Kulon melakukan imunisasi terhadap siswa kelas 1 – 3 SD dan mendapati luka dilengan AL.


sumber : inilah.com