5 Tempat Uji Coba Nuklir di Dunia

Bagaimana negara-negara pemilik nuklir melakukan uji coba pada senjata paling mematikan ini? Melakukan pengujian di tempat-tempat terpencil yang jauh dari area permukiman.

Nyatanya, data-data menunjukkan hasil menyedihkan. Prajurit dan penduduk yang ada di wilayah sekitar situs uji coba belakangan menuai berbagai penyakit akibat radiasi. Flora dan fauna pun ikut merasakan dampaknya. Sayangnya, masih banyak negara berkukuh tetap memelihara teknologi senjata nuklir mereka.

Bagi yang belum tahu, Inilah Inilah 5 Tempat Uji Coba Nuklir di Dunia.

1. Nevada
tempat uji coba nuklir
Di antara tahun 1951 dan 1992, gurun Nevada, yang berlokasi 107 km sebelah utara dari Las Vegas menjadi area uji coba nuklir yang paling sering di planet bumi. Di atas kawasan gurun seluas 3500 km persegi inilah, lebih dari 800 ledakan nuklir terjadi - umumnya di dalam tanah.
Bahkan, kota judi Las Vegas dibangun oleh para mafia juga menjual daya tarik pemandangan ledakan nuklir bagi para wisatawan. Kebanyakan, foto dan film yang beredar tentang ledakan nuklir diambil dari gurun Nevada.
Belakangan, pemerintah Amerika Serikat memberi perhatian serius saat efek radiasi nuklir mulai menyebar. Tingkat kanker darah di sekitar wilayah Nevada menjadi dua kali lipat dibanding wilayah lain di AS. Pada tahun 2009, Nevada resmi dinyatakan tempat yang paling terkontaminasi radioaktif kedua di planet ini setelah Chernobyl.



2. Mururoa
Mururoa Tempat Uji Coba Nuklir
Perancis pernah menjadi negara paling bermasalah sehubungan kepemilikan senjata nuklir. Negara 'Eifel' ini di tahun 60-an melakukan uji coba nuklir di Mururoa dan Fangataufa, wilayah milik Prancis di Pasifik. Antara tahun 1966 dan 1996 setidaknya ada 147 tes di kedua pulau tersebut.
Masalahnya, kawasan ini dekat dengan Selandia Baru yang telah mencanangkan kebijakan zona bebas nuklir. Negara 'kiwi' ini pun kecewa dengan Perancis, dan sempat mengirim armada angkatan lautnya sebagai protes. Hubungan kedua negara juga sempat mencapai titik terendah setelah agen rahasia Perancis meledakkan sebuah kapal Greenpeace di pelabuhan Auckland tahun 1985.

3. Bikini Atoll
Bikini Atoll tempat uji coba nuklir
Selain Nevada, Bikini Atoll yang terletak di Kepulauan Marshall di Pasifik barat laut, juga terkenal sebagai tempat uji coba nuklir Amerika Serikat. Bikini Atoll mulai dijadikan tempat uji coba nuklir sejak tahun 1945 sebagai pengganti tempat uji coba di Trinity, New Mexico.
Tanggal 1 Juli 1946, ledakan nuklir pertama dilakukan dengan memakai 250 kapal perang usang sebagai target uji.
Awalnya, penduduk asli dipindahkan ke pulau terdekat dengan jaminan mereka akan kembali dalam 3 bulan. Nyatanya, pada tahun 1957 saat mereka kembali, akhirnya harus pergi lagi karena banyak terkena penyakit akibat radiasi. Dampak buruk lainnya, ikan yang hidup di wilayah ini juga terkontaminasi sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.
Bikini Atoll ini ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia pada tahun 2010.

4. Novaya Zemlya
Novaya Zemlya Tempat Uji Coba Nuklir
Uni Soviet (sekarang terpecah menjadi negara bagian) juga memiliki tempat uji coba nuklir (nuclear test site) lain di kawasan Kutub Utara.
Novaya Zemlya, pulau terpencil ini menjadi sasaran ledakan nuklir Soviet antara 1954 sampai 1990. Kabarnya, ledakan nuklir terbesar berukuran lebih dari 100 megaton pernah dilakukan di sini.









5. Maralinga

Maralinga tempat uji coba nuklir
Meskipun tempat uji coba ini milik Inggris, Maralinga berada di Australia. Tepatnya ada dua tempat di Australia Selatan sebagai tempat uji, yakni Maralinga dan Emu Field. Dua uji coba dilakukan di Emu Field pada tahun 1953 sebelum pindah ke lokasi yang permanen di Maralinga.
Tes berikutnya berlangsung pada tahun 1956 dan 1957, salah satunya adalah pertama kalinya menjatuhkan sebuah bom nuklir dari pesawat RAF. Pengujian dilanjutkan sampai 1963. Bersih-bersih operasi dilanjutkan sampai 1967, namun situs tersebut tetap berbahaya radioaktif.
Penduduk Aborigin yang tinggal di tempat tersebut sempat diusir, walau akhirnya mereka tetap kembali. Di tahun 1980-an, prajurit Australia dan Inggris, serta warga Aborigin menunjukkan gejala radiasi. Hasilnya, baik Inggris dan Australia terpaksa membayar kompensasi besar-besaran untuk prajurit mereka dan orang Aborigin yang terkena radiasi.

sumber: terselubung.blogspot.com