LiputanKami.com, Surabaya - Peristiwa ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi pelajaran penting bagi pihak pengelola Jembatan Nasional Suramadu. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Surabaya, Jawa Timur, melakukan berbagai langkah antisipasi dini, seperti memasang katodik atau alat elektronik di tiang penyangga jembatan, Rabu (30/11),
Alat itu berfungsi mengurangi kadar garam yang menempel pada besi jembatan. Fungsi lainnya adalah menghilangkan terumbu karang yang kerap melekat pada pipa, sehingga kekuatan besi terjaga dan tidak berkarat.
Selain katodik, dipasang pula electro magnetic sensor (EMS). Alat ini dipasang pada kawat baja penarik jembatan di bentang tengah. EMS berfungsi mengetahui ketegangan antara kawat baja dan konstruksi bangunan Jembatan Nasional Suramadu.
Humas BPWS Faisal Yaser Arifin menegaskan, pihaknya akan selalu merawat dan mengawasi Suramadu secara intensif. Masyarakat pengguna jembatan tidak perlu khawatir, karena Suramadu didesain memiliki kekuatan hingga 100 tahun ke depan.(WIL/SHA)
sumber : liputan6.com