LiputanKami.com - Langkah pemerintah Sri Lanka makin serius mengurangi konflik antara manusia dan gajah. Makanya, pihak Konservasi Hewan Liar milik pemerintah Sri Lanka mulai membangun empat kawasan konservasi terbaru untuk gajah. "Konservasi menjadi penting lantaran tiap tahun, konflik manusia dengan gajah meningkat," kata Deputi Direktur Departemen Konservasi W. S. P Pathirathne.
Sebagaimana warta Xinhua pada Rabu (16/11/2011), gajah-gajah yang tergerus habitatnya oleh aktivitas manusia memang masuk ke kawasan pedesaan untuk mencari makan. Alhasil, konflik pun terjadi. Korban di kedua belah pihak pun bertambah.
Secara rinci, kawasan konservasi itu akan dilengkapi dengan penghalang kokoh demi mencegah gajah masuk ke permukiman penduduk. Di dalam konservasi akan dibangun pula kawasan rumput dan sumber air. "Ini kebutuhan utama gajah," kata Pathirathne.
Proyek ini, terang Pathirathne, menyedot biaya tak sedikit. Pembangunan penghalang, misalnya, per kilometernya memerlukan uang sekitar 90.000 dollar AS. Tahun lalu, dalam sensus, tercatat ada 5.879 gajah di Sri Lanka.
Sumber : Kompas.com